Kalau Kamu Baru Mulai Bisnis, Kamu Wajib Baca 5 Hal Ini
Memulai bisnis baru memang penuh tantangan. Banyak pengusaha pemula yang langsung semangat menjual produk, tapi lupa membangun strategi yang matang. Padahal, di era digital seperti sekarang, cara kamu merencanakan dan memasarkan bisnis akan sangat menentukan keberhasilan jangka panjang.
Berikut adalah 5 hal penting yang wajib kamu perhatikan jika baru memulai bisnis:
1. Tentukan Value Proposition Bisnis
Sebelum berbicara soal produk atau promosi, pastikan kamu tahu nilai unik apa yang ditawarkan bisnis kamu. Apa yang membedakan produkmu dari kompetitor? Apakah dari kualitas, harga, pelayanan, atau solusi yang kamu berikan?
Value proposition yang jelas akan mempermudah semua strategi digital marketing berikutnya.
2. Kenali dan Segmentasi Target Audience
Digital marketing tidak bisa lepas dari data. Kamu perlu tahu siapa calon pelangganmu: usia, lokasi, minat, hingga perilaku online mereka.
Dengan segmentasi yang tepat, kamu bisa membuat konten lebih relevan, memilih platform digital yang sesuai (Instagram, TikTok, Shopee, atau website), dan mengoptimalkan biaya iklan agar tidak sia-sia.
3. Bangun Online Presence Sejak Awal
Keberadaan online adalah “toko utama” bisnismu. Pastikan kamu memiliki:
- Website yang profesional dan mobile-friendly.
- Media sosial dengan konten konsisten.
- Profil Google Business untuk mempermudah orang menemukanmu.
Semakin cepat kamu membangun online presence, semakin kuat kredibilitas brand di mata calon konsumen.
4. Siapkan Strategi Konten dan Funnel Marketing
Konten adalah “nyawa” digital marketing. Jangan hanya posting jualan terus, tapi buatlah strategi funnel:
- Awareness: edukasi lewat artikel, video, atau tips di media sosial.
- Consideration: testimoni, review, atau perbandingan produk.
- Conversion: penawaran spesial, bundling, atau program loyalitas.
Dengan funnel marketing, calon pelanggan akan lebih mudah berproses dari kenal → percaya → membeli.
5. Kelola Data dan Evaluasi Secara Berkala
Bisnis digital tidak lepas dari data. Gunakan tools seperti Google Analytics, Meta Ads Manager, atau Shopee/Tokopedia Analytics untuk memantau performa.
Data ini bisa jadi dasar untuk mengoptimalkan iklan, memperbaiki konten, hingga menemukan tren pasar terbaru.
